Jumat, 28 Oktober 2016

Berburu Sang Singa (Part 1)

0

Aku baru saja hidup di dunia ini. Lantas akan sah-sah saja apabila aku tidak mengetahui apapun tentang dunia ini. Jadi, apakah kalian setuju jika aku mengatakan bahwa itu adalah tugas dari orang-orang yang sudah hidup terlebih dahulu sebelumku. Bukankah itu tampak logis dan sederhana? Contohnya saja seperti tahun ajaran baru dimulai. Para siswa baru dibimbing oleh guru dan senior mereka. Bukankah itu sudah menjadi hal yang umum, memperkenalkan lingkungan sekitar kepada yang awam.

Jadi sebenarnya, apa yang akan kita bicarakan disini? Tenang saja, ini bukanlah sesuatu yang sulit dipahami. Tanpa sadar kalian akan terus membacanya dan mengerti apa maksudku.

~

Kau tahu… sebenarnya, sangat susah bagiku untuk menemukan sebuah ide. Tapi, terkadang itu mungkin juga tidak tepat. Masalahnya, ketika aku mendapatkan sebuah ide, aku tidak sedang membawa peralatan memahat. Dan sebaliknya, ketika aku persiapkan semua peralatannya ia segera pamit dari pikiranku.

Lalu setelah sekian lama aku mencari siasat agar dapat menjebaknya didalam pikiranku, terciptalah jebakan mematikan yang tak mungkin akan gagal seperti sebelum-sebelumnya. Mengingat bahwa seluruh jebakan di masa lalu selalu gagal.

Kali ini aku sangat yakin karna aku membuatnya sendiri. Mungkin itu yang membuatku sangat pede, pasalnya semua jebakan sebelumnya aku dapat dari pemburu lain. Sebenarnya, aku tak berniat menjelek-jelekkan mereka, tetapi siasat yang mereka katakan sangat tak berpengaruh terhadap ideku yang liar, ganas, dan pelupa.

Pada saat itu aku sudah frustasi karna gagal dan gagal. Tetapi tanpa disangka-sangka ia berada didepanku! Tapi dari kejauhan (:v). Aku telah kehilangan saraf terkejut karna mungkin telah habis sebelum-sebelumnya. Jadi ketika aku tahu dia ada dalam jangkauan pandanganku, aku tak menghiraukannya. Aku menelentangkan kaki ku dan menyandarkan bahuku pada kursi panjang di taman kota. Agaknya mungkin udara luar dan warna hijau dapat membuatku segar kembali. Sambil menutup mata dan menikmati angin semilir yang menerpa tubuhku, aku merasakan sesuatu yang lain.

Lama kelamaan terasa angin yang berhembus semakin panas. Pada tahap ini aku masih membiarkannya. Tapi kemudian aroma semerbak duren memenuhi rongga hidungku. Aku benar-benar terganggu dengannya. Padahal tidak ada penjual duren disini, berasal dari mana baunya?

Lekas ku buka mata. Ia sudah berada tepat didepan wajahku. Giginya yang tajam, matanya yang haus darah, dengan rambut tebal menyelimuti kepalanya. Ini lah singa liar, ganas, dan pelupa yang selalu ingin ku tangkap. Sekarang ia menangkapku.

~

Sejenak terlintas dalan benakku. Mungkin ini akhirnya, jadi sampai disini saja kekuatanku. Walaupun singkat ini sangat menyenangkan. Aku sudah tidak dapat berkutik, rahangnya yang besar benar-benar siap menerkamku. Dan tiba-tiba, aku merasa mual. Nafasnya yang penuh dengan bau durian membuatku sakit kepala. Entah mengapa hal ini membuatku berhenti menyerah. Merasakan nafas bau ini lebih menyakitkan dari apapun.

Salah satu cara awal  agar ide itu takluk padamu adalah, kau harus dapat menyentuh kepalanya dengan tanganmu. Dengan begitu akan tercipta tanda bahwa kau bukanlah musuhnya. Mata ganasnya masih saja menatapku, dan tak lupa bau ini pun telah memenuhi seluruh tubuhku. Tak lama lagi aku akan pingsan. Dengan reflek, tanganku mencoba menutup hidung dan dengan bersamaan pula singa itu mengangkat kepalanya lebih dekat dengan wajahku. Dan tanpa sengaja aku menaklukkannya. Tamat.

Lalu, apa selanjutnya…?

~

Apartemen dengan konsep 2LDK, adalah tempatku bersemayam. Tak begitu besar dan tak terlalu kecil. Aku merasa nyaman disini. Terlebih sangat mudah membersihkan rumah seperti ini dari pada rumah sungguhan.

Dua buah kamar tersedia. Satu kamarku sendiri dan yang lain kamar untuk tamu. Terkadang keluargaku juga berkunjung jadi aku mempersiapkan untuk mereka. sebuah pantry mini dengan warna perak terlihat jelas ketika memasuki apartemen. Penataan ruangan yang tidak biasa di negaraku berasal, membuatku senang karna tak melihat sesuatu yang sama terus menerus. Dan juga sebuah kamar mandi dengan bak berendam nya. Dari dulu aku selalu memimpikan untuk berendam air panas setelah melewati kepenatan dalam keseharian. Dan akhirnya ini terwujud. Dan satu lagi, sebuah ruangan serbaguna. Atau juga bisa di sebut ruang tamu, mungkin. Disini aku banyak menghabiskan waktu untuk merancang rencana dalam menangkap singa liar itu. Dan sekarang ia tepat berhadapan denganku.

Kepalanya yang amat besar menutupi almari tempat buku dan perabotan rumah biasa aku lihat dari sini. Pandangannya masih saja tanpa ampun. Hawa panas menyerbakkan kabut yang berasal dari teh, menghiasi wajahnya. Entah harus takut atau tertawa. Melihat singa ganas mampir ke rumahku dengan tatapan yang mengerikan, sambil memegangi segelas teh panas. Aku tak dapat lagi berkata-kata.

Tangannya yang super besar juga sangat aneh ketika memegangi gelas teh. Dan terakhir yang begitu aneh, mengapa ia dapat bersikap seperti manusia. Masalahnya ia sekarang duduk sebagaimana manusia duduk. Dan tadi ia juga berjalan layaknya manusia. Disepanjang jalan banyak yang melihatku dengan tatapan sinis.

Bagaimana tidak, seekor singa besar berjalan mengekor dibelakangku dengan gaya manusia. Tapi anehnya mereka tidak takut ataupun histeris melihatnya. Mungkin mereka kira ini hanya sebuah kostum. Ya, itu suatu keuntungan bila mereka berfikir demikian. Aku tak tahu lagi jika ia tak berjalan seperti manusia, aku mungkin telah ditangkap oleh pihak berwajib atas tuduhan menyebarkan ketakutan kepada masyarakat dengan membawa seekor binatang buas.

Ia masih menatapku. Tapi sekarang dengan menyeruput teh nya. Ssrrrppp… suaranya sangat terdengar dengan jelas. Ditambah lagi dengan kesunyian ini. Sejak kejadian di taman tadi, aku belum mengucapkan sepatah kata apapun padanya atau pada orang lain. Sepertinya tubuhku sendiri masih tak percaya karna masih bisa hidup didepan seekor singa.

Aku berfikir keras bagaimana memecahkan suasana yang sunyi ini. Keringatku bercucuran karna tak kuasa menahan beratnya atmosfir rumahku sendiri. Pelan-pelan aku mengambil remote TV dan menyalakannya. Dan bruk!!! Ia menggebrak meja, memang tak begitu keras tapi itu hampir membuat jantungku copot. Apa ia terganggu karna TV nya aku nyalakan. Aku terbujur kaku dalam dudukku dan tak melakukan apa-apa. Hujan keringat telah membanjiri tubuhku.

Sepertinya ia mencoba untuk berdiri. Jika ia berdiri dengan pose manusia tingginya hampir menyentuh langit-langit apartemen. Lalu ia berjalan ke arah dapur dan membuka pintu keluar. Segera ia berbalik dan terdengar sebuah kalimat yang mengagetkanku.

Maaf telah mengganggu, terima kasih atas teh hangatnya dan permisi.

Singa ini gila…

Kamis, 27 Oktober 2016

Males nulis blog??? lebih enak jika tampilan seperti office word???

0

Pada awalnya saya juga terasa malas ketika akan ngo-post di blog. Alasannya simple, karna terbiasa nulis di Program Office Word, jadi kurang nyaman ketika menggunakan editor bawaan blogger.

belum lagi ketika mempunyai koneksi internet yang LOLA (Loading Lambat). Pasti sangat geregetan nungguin lingkaran abu-abu muter-muter tanpa henti.

kebetulan ketika sedang browsing, Admin dapat pencerahan dari sesama blogger yang juga menggunakan program yang sama untuk mengurus bloggernya. Katanya kalau ngak ada ni software bakal males banget ngurusin blog.

Bagi kalian yang merasakan hal yang sama coba ajj software Open Live Writer. Selamat mencoba.

Posted in   

Minggu, 21 Juni 2015

Tersenyum Pada Nasib

0

Sepuluh tahun yang lalu, ketika aku masih kuliah, aku bekerja di museum Natural History milik Universitasku. Suatu hari ketika sedang bekerja sebagai kasir toko barang-barang cenderamata, aku melihat sepasang suami istri yang telah lanjut usia bersama seorang gadis kecil di kursi roda. Kuamati gadis itu, ia seakan duduk dengan posisi aneh, baru kemudian kusadari bahwa gadis itu ternyata tidak memiliki kaki dan tangan, hanya kepala, leher, dan tubuh. Ia mengenakan pakaian putih kecil bertitik-titik merah. Kedua orang tua itu mendorongnya ke arahku.

Aku melihat mesin hitung, lalu menoleh ke arah gadis kecil dan mengkedipkan mata kepadanya. Ketika mengambil uang dari kakeknya, aku sering kali melirik gadis kecil itu. Tak disangka ia tersenyum sangat manis kepadaku. Senyuman paling lebar yang pernah kulihat. Tiba-tiba saja cacatnya hilang dan yang kulihat hanyalah seorang gadis cantik yang senyumannya melumerkan diriku. Sebuah senyuman yang saat itu juga memberiku pengertian baru tentang kehidupan ini. Ia menarikku, mahasiswi miskin yang sengsara ini ke dalam dunianya, dunia yang penuh senyum, cinta, dan kehangatan.

Itu sepuluh tahun yang lalu dan sekarang aku telah menjadi seorang pengusaha sukses. Namun, kapanpun aku merasa sedih dan memikirkan kesulitan-kesulitan di dunia, aku segera teringat gadis kecil ini, dan pelajaran mengagumkan yang telah diberikannya kepadaku. 

 

Sabtu, 20 Juni 2015

Maafkan Bila Aku Mengeluh!

0

 

Hari ini, di sebuah bus, kulihat seorang hadis berambut pirang. Aku ingin secantik dia. Tiba-tiba ia bangkit dan melangkah gontai. Ia berkaki satu, berjalan pincang, memakai tongkat kayu. Namun ketika lewat, ia tersenyum.

Oh Tuhan, maafkan aku bila selalu mengeluh. Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku. 





Aku berhenti untuk membeli gula-gula. Anak laki-laki penjualnya sangat menyenangkan. Aku berbicara kepadanya, ia pun menyambut gembira. Seandainya aku terlambat, aku takkan menyesal. Ketika aku hendak pergi, ia berkata, “Terima kasih. Engkau telah begitu baik kepadaku. Menyenangkan sekali berbicara dengan orang sepertimu. Ketahuilah,” katanya, “sesungguhnya aku buta.”

Oh Tuhan, maafkan aku bila selalu mengeluh. Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.
 


Lalu, ketika sedang menyusuri jalan, aku melihat seorang anak bermata biru. Ia berdiri melihat anak-anak lain bermain. Ia tidak tahu apa yang bisa ia lakukan. Aku berhenti sejenak, lalu berkata, “Mengapa kau tidak bermain dengan yang lain, Nak?” Ia menatap ke muka, tidak menjawab. Kemudian aku pun sadar, ternyata ia tuli.

Oh Tuhan, maafkan aku bula selalu mengeluh. Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.

Dengan dua kaki yang dapat membawaku kemana saja, dengan dua mata yang dapat memandang cahaya mentari ketika terbenam, dengan dua telinga yang dapat mendengar apa saja yang ingin kuketahui, oh . . . Tuhan, maafkan bila aku selalu mengeluh.

Kamis, 18 Juni 2015

Hari Terbaik Dalam Hidupku

0


anak kecil

Hari ini, ketika bangun tidur, tiba-tiba kusadari, bahwa hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku.

Dahulu ada saat-saat yang aku berpikir apakah aku akan hidup sampai hari ini. Tapi ternyata aku berhasil bertahan sampai saat ini. Karenanya, aku sekarang akan merayakannya!

Hari ini, aku akan merayakan kehidupan menakjubkan yang telah kutempuh sampai saat ini: keberhasilan yang kuraih, berbagai nikmat yang kuterima, dan bahkan … benar sekali … kesulitan-kesulitan hidup yang karenanya aku menjadi lebih kuat.

Aku akan menghargai karunia-karunia Tuhan yang tampak kecil: embun pagi, matahari, awan, pepohonan, bunga-bunga, burung-burung.

Hari ini, tak satu pun dari ciptaan-ciptaan Tuhan yang mengagumkan ini akan lolos dari perhatianku.

Hari ini, aku akan berbagi kebahagiaan hidupku dengan orang lain. Aku akan membuat seseorang tersenyum. Aku akan melakukan sesuatu yang lain, aku akan melakukan suatu kejutan kebajikan untuk seseorang yang sama sekali tidak kukenal.

Hari ini, aku akan dengan tulus menghibur seseorang yang sedang dirundung kesedihan.

Aku akan mengatakan kepada seorang anak betapa istimewanya ia. Dan memberitahu orang yang kucintai betapa aku sangat peduli kepadanya, dan betapa ia sangat berarti bagiku.

Hari ini adalah saatku berhenti menyusahkan diri memikirkan apa-apa yang tidak kumiliki, lalu mulai mensyukuri semua hal yang indah yang telah dikaruniakan Tuhan kepadaku.

Aku akan ingat, bahwa mengkhawatirkan sesuatu hanya membuang-buang waktu saja, karena keyakinanku pada Tuhan dan rencana-Nya menyadarkanku bahwa semua akan berlangsung dengan baik-baik saja.

Malam ini, sebelum tidur, aku akan keluar, mengangkat pandanganku ke langit. Aku akan berdiri khidmat menatap keindahan bulan dan bintang, lalu akan kupuji Tuhan atas kekayaan yang agung ini.

Seiring dengan berakhirnya hari, dan kepalaku terbaring di atas bantal, aku akan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Besar atas kehidupanku yang sangat baik ini. Kemudian aku akan tidur seperti tidurnya anak-anak yang bahagia, bergelora dengan harapan karena aku tahu bahwa esok akan menjadi …. hari yang paling baik dalam hidupku. (Author Unknown) 


Hal-Hal Yang Terlewatkan

0


Ketika masih di SMA dahulu, aku memiliki guru istimewa. Suaminya tiba-tiba meninggal karena serangan jantung. Kira-kira seminggu setelah kematian suaminya, ia berbagi pengalaman batin dengan murid-muridnya di kelas. Ketika matahari akhir siang menerobos lewat jendela kelas, dan jam pelajaran hampir habis, ia meletakkan beberapa barang ke pinggir meja lalu duduk di atasnya.

Dengan roman muka yang syahdu, ia berdiam sejenak lalu berkata, “Sebelum pelajaran selesai, aku ingin berbagi pandangan dengan kalian. Meski tidak ada hubungan dengan pelajaran, pembicaraan ini sangat penting. Setiap orang dari kita dilahirkan ke bumi untuk belajar, berbagi, mencinta, menghargai, berbakti. Tidak ada seorang pun dari kita mengetahui kapan pengalaman fantastis ini akan berakhir. Nyawa kita dapat setiap waktu melayang. Mungkin, ini adalah cara Tuhan untuk memberitahu bahwa kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya setiap hari yang kita lewatkan.”

Sampai di sini matanya berkaca-kaca, lalu ia melanjutkan, “Oleh karena itu, aku minta pada kalian semua berjanji kepadaku, mulai saat ini, dalam perjalanan kalian ke sekolah, atau dalam pelajaran kalian pulang ke rumah, carilah sesuatu yang dapat dilihat, boleh saja berupa bau-bauan, misalnya bau roti yang sedang dibakar di salah satu rumah yang kau lewati, atau suara tiupan angin sepoi-sepoi di dedaunan, atau cahaya pagi yang menerpa daun yang sedang melayang jatuh ke bumi di musim gugur. Perhatikanlah semua itu, dan syukurilah, meskipun semua itu tampak biasa-biasa saja. Kita harus menjadikan kejadian-kejadian itu sebagai hal-hal penting yang harus diperhatikan, karena semua itu setiap saat dapat dicabut dari kita.”

Suasana kelas menjadi hening. Kami merapikan buku lalu keluar dari kelas tanpa mengeluarkan suara.

Dalam perjalananku pulang siang itu, aku memperhatikan lebih banyak dari yang kulihat selama satu semester. Kadang-kadang aku masih teringat guru itu dan kesan yang ia goreskan di hatiku. Sekarang aku mulai menghargai hal-hal yang dulu aku anggap biasa saja. (Author Unknown) 

Rabu, 17 Juni 2015

Aku Mungkin Tak Pernah Lagi

0

 
Aku mungkin takkan melihat hari esok

Tak ada jaminan

Dan semua yang terjadi kemarin

Menjadi bagian dari sejarah


Meramal masa depan, aku tak dapat

Mengubah masa lampau, aku tak mampu

Milikku hanya hari ini

Yang kelak akan menjadi kenangan


Aku harus bijak memanfaatkan saat-saatku

Karena semua itu akan berlalu

Lalu lenyap selamanya

Menjadi bagian masa lalu


Aku harus curahkan kasih sayangku

Membantu bangkit mereka yang jatuh

Menjadi teman bagi yang kesepian

Membuat hidup mereka sempurna


Kejahatan yang kulakukan hari ini

Tak dapat kubatalkan

Persahabatan yang gagal kubina

Mungkin tak pernah dapat kuusahakan


Aku mungkin tak punya kesempatan lain

Tuk bersujud mengucap do’a


Tuhan…!

Dengan rendah hati kubersyukur

Atas hari ini yang kau karuniakan

kepadaku
(Author Unknown)

Wanita Lain [The Other Woman]

0


Setelah menikah selama dua puluh satu tahun akhirnya kutemukan cara untuk menjaga cahaya cinta tetap bersinar.

Beberapa waktu yang lalu, aku keluar bersama wanita yang lain dari biasanya. Gagasan itu justru datang dari istriku sendiri.

“Aku yakin kau akan mencintainya,” kata istriku.

“Tapi aku mencintaimu,” protesku.

“Aku tahu itu, tapi kau juga akan mencintainya.”

Sebenarnya wanita yang dimaksud istriku tidak lain adalah ibuku sendiri yang telah menjanda selama 19 tahun. Tuntutan pekerjaan serta tiga anakku membuatku jarang mengunjunginya.

Malam itu aku menelpon untuk mengajaknya kencan makan malam dan menonton bioskop.

“Ada apa? Kau baik-baik saja, kan?” ibuku balik bertanya.

Ibuku termasuk tipe orang yang beranggapan bahwa telepon di larut malam dan undangan mendadak adalah pertanda berita buruk.

“Kupikir akan sangat menyenangkan melewatkan waktu bersama ibu,” jelasku. “Hanya kita berdua saja.”

Dia berpikir sejenak lalu berkata, “Aku setuju dengan rencanamu itu.”

Jum’at itu, setelah kerja, aku meluncur ke rumahnya untuk menjemputnya. Aku sedikit gelisah. Sesampainya di sana, kuperhatikan dia juga agak salah tingkah. Dia memakai mantel, menunggu di depan pintu. Rambutnya dikeriting dan memakai baju yang dikenakannya di ulang tahun perkawinannya yang terakhir. Dia tersenyum dengan wajah seberseri bidadari.

“Aku bercerita kepada teman-temanku bahwa aku kencan dengan anakku. Mereka terkesan,” katanya sambil memasuki mobil. “Mereka tidak sabar menunggu cerita pertemuan kita ini.”

Kami pergi ke restoran yang cukup baik dan nyaman. Ibuku menggandeng tanganku seakan-akan ia adalah istri seorang presiden. Setelah kami duduk, kubaca menu. Mata ibuku hanya bisa melihat tulisan yang tercetak dengan huruf besar.

Selama makan kuperhatikan ibu selalu menatapku. Senyuman nostalgia tersungging di bibirnya. “Biasanya, aku yang selalu membacakan menu ketika kau masih kecil,” kata ibu.

“Sekarang santailah, biar aku yang ganti membaca untuk membalas kebaikan ibu,” jawabku.

Selama makan malam, kami terlibat dalam pembicaraan yang mengasikkan. Tidak ada yang istimewa, hanya tentang kejadian-kejadian terakhir dalam kehidupan kami berdua. Kami bicara banyak sampai lupa acara nonton film. Kemudia aku mengantarkannya pulang.

“Aku akan keluar lagi bersamamu, tapi atas undanganku,” kata ibuku. “Kalau kau setuju?”

Aku segera menyatakan persetujuanku.

Sesampainya di rumah, istriku bertanya, “Bagaimana acara makan malammu?”

“Sangat menyenangkan. Jauh lebih menyenangkan dari yang kubayangkan,” jawabku.

Beberapa hari kemudian ibuku meninggal dunia karena serangan jantung. Kejadian itu begitu mendadak sehingga aku tidak sempat berbuat apa-apa. Kemudian aku menerima amplop ibuku yang berisi kwitansi tanda lunas dari sebuah rumah makan yang rencananya akan kami kunjungi berdua. Amplop itu juga berisi secarik surat berbunyi:

“Telah kubayar lunas. Mungkin aku tidak bisa kesana bersamamu, tapi aku tetap membayar untuk dua orang: untukmu dan istrimu. Kau takkan pernah tahu arti malam itu bagiku. Aku mencintaimu.”

Saat itu aku baru menyadari betapa pentingnya mengucapkan: “Aku Mencintaimu” dan memberi orang yang kita cintai waktu yang layak diterimanya.

Dalam hidup ini tak ada yang lebih penting dari Tuhan dan keluargamu. Luangkan waktu yang layak bagi mereka karena hal itu tak dapat ditunda sampai waktu lain. (Author Unknown)

Minggu, 14 Juni 2015

Waktu

0

Detik-detik waktu yang terasa begitu lama

Diri ini terasa bosan tuk menunggunya

Rasanya terlalu lama..... 

Untuk menunggu 1 jam saja...... 

Akan tetapi...... 

Diri ini akan menyesali 

Waktu-waktu yang telah berganti

#Anonim


Seribu Tanya

0

Adakah seuntai kata
Tanpa bicara?

Adakah sejuta jawab
Tanpa tanya?

Adakah langit kelam
Tanpa mendung hitam?

Adakah guratan merah darah Tanpa luka?

Adakah isak tangis pilu
Tanpa kesedihan?

Adakah rasa damai
Tanpa perjuangan?

Begitulah hidup manusia
Hamba yang selalu bertanya

Adakah keadilan di bumi ini?

O, betapa banyak waktu
Untuk menjawab semua itu

#Anonim


Sebuah Puisi Untuk Sahabatku

0

Matamu bagaikan kilatan pedang yang tajam
Menghujam tepat di hati lawanmu
Tutur katamu membuat suasana jadi tentram 

Mengapa sekarang kau terdiam
Tanpa candamu hari-hariku kelabu
Dukamu bagai tangisan alam
Bawakan sebuah kesedihan yang dalam

#Anonim


Aku dan Tuhanku

0

Ketika aku memandang langit
Aku bertanya pada diriku
Aku...

Siapakah aku sebenarnya?
Darimanakah aku berasal?
Jauhkah aku dari Tuhanku?
Aku....

Tuhan...
Betapa kuasanya engkau
Menciptakan langit dan bumi
Untuk menghidupi orang-orang
Seperti aku

Aku...
Apakah aku sudah mengabdi kepadamu?
Rasanya hanya aku dan Engkau yang tahu

#Anonim


Rabu, 06 Mei 2015

Game "Riddle"

0

Bagi kalian yang suka dengan "RIDDLE" ada sebuah game yang cocok untuk memutar balikkan otak kalian, game ini dimainkan secara Online dan terbilang juga simple, smart, and creative. 

Tak tanggung-tanggung, bahkan saya sendiri sempat kesulitan untuk memainkannya. 

nih langsung aja mainin putarotak.net 

nih sceenshotnya gan....


Dijamin mules otaknya gan...! :v :D

ikuti petunjuk dan aturan main yang disediakan di webnya gan, agar menjaga keharmonisan sesama :v

Sabtu, 07 Februari 2015

NILAI SEBUAH WAKTU

0


Untuk memahami nilai SATU TAHUN, tanyalah kepada murid yang tidak naik kelas.
Untuk memahami nilai SATU BULAN, tanyalah kepada ibu yang melahirkan bayi premature.
Untuk memahami nilai SATU MINGGU, tanyalah kepada editor sebuah koran mingguan.
Untuk memahami nilai SATU JAM, tanyalah seseorang yang hendak ditemui kekasihnya.
Untuk memahami nilai SATU MENIT, tanyalah kepada orang yang ketinggalan kereta api.
Untuk memahami nilai SATU DETIK, tanyalah kepada orang yang lolos dari kecelakaan.
Untuk memahami nilai SATU MILIDETIK, tanyalah kepada orang yang memenangkan medali perak dalam olimpiade.

Hargailah setiap detik yang kau miliki! Ingatlah, waktu tidak menunggu siapa pun. Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, hari ini adalah karunia.

(Author Unknown)

Senin, 02 Februari 2015

RESEP PEMBASMI STRES [Stress Busters]

0

Berdoa.

Tidur pada waktunya.

Bangun tepat waktu sehingga kau dapat memulai harimu dengan tidak terburu-buru.

Katakan “tidak” pada proyek yang tidak cocok dengan perencanaan waktumu (time schedule)-mu, atau yang dapat membahayakan kesehatanmu.

Delegasikan tugas kepada orang lain yang mampu.

Sederhanakan dan jangan kacaukan hidupmu.

Yang kurang terkadang terasa lebih. (Meski “satu” itu sering kali tidak cukup, tapi dua terkadang terlalu banyak)

Luangkan waktu untuk melakukan berbagai hal dan pergilah ke berbagai tempat lain.

Atur langkahmu. Rencanakan perubahan besar dan rencanakan kerja lembur untuk proyek yang rumit. Jangan himpun seluruh pekerjaan berat sekaligus.

Lalai satu hari setiap harinya.

Hiduplah menurut anggaran jangan gunakan kartu kredit untuk pembelian biasa (sehari-hari).

Sediakan berbagai cadangan: cadangan kunci mobil di dompetmu, cadangan kunci rumah yang kau kubur di kebunmu, cadangan perangko, dll.

JM (Jaga Mulut) kalimat pendek ini dapat melindungimu dari kesulitan panjang.

Lakukan olah raga yang cukup.

Makanlah dengan benar.

Rapikan barang-barang sehingga semua terletak pada tempatnya.

Ketika mengendarai mobil dengarkanlah kaset yang dapat membantu memperbaiki kualitas hidupmu.

Buatlah catatan untuk gagasan dan inspirasi yang muncul di benakmu.

Luangkan waktu setiap hari untuk menyendiri.

Ada masalah? Bicarakan langsung dengan Tuhan di tempat itu juga. Jangan tunggu sampai datang waktu beribadah.

Bersahabatlah dengan orang-orang saleh.

Tertawalah!

Tertawalah lagi.

Kembangkan sikap pemaaf, kebanyakan orang telah berusaha sebaik mungkin.

Berbaik hatilah terhadap orang-orang yang jahat (mereka mungkin sangat membutuhkan sikap itu).

Kurangilah bicara, perbanyaklah mendengar.

Kurangi kecepatan gerakanmu.

Ingatkan dirimu bahwa kau bukan General Manager jagad raya ini.

Setiap malam sebelum tidur, renungkanlah satu nikmat yang belum pernah kau syukuri.

(Author Unknown)

Minggu, 01 Februari 2015

MENGHERANKAN BUKAN?

0

      Meurnut penielitan Unisvetrias Cabmrigde, tak jdai saol baaigmnaa urtuan hruuf dlaam sutau ktaa, ynag pialng petning adlaah huurf petrama dan traekhir hraus telrteak pdaa tmpeat ynag baner, apadun huurf laninya dpaat tdiak brateuran dan kmau daapt memcabanya tapna megnalami kelisutan. Ini dibabsekan kaerna pkiiran maunsia tiadk mebamca degnan mehliat ktaa hruuf per huurf, tpai mebmaca ktaa seabgai sautu kestuaan.



Kamis, 29 Januari 2015

APAKAH KAU MENYADARINYA?!

0


Kita dilahirkan dengan dua mata di bagian muka. Maka itulah mengapa kita tidak boleh selalu menatap kebelakang, akan tetapi memandang apa-apa yang ada di hadapan kita, bahkan memandang jauh ke muka.


Kita dilahirkan dengan dua daun telinga, kiri serta kanan. Seharusnya kita mendengar persoalan dari kedua belah pihak, seharusnya kita bersedia menerima pujian dan juga celaan. Lalu menetapkan mana yang benar dari keduanya.


Kita dilahirkan dengan otak yang dilindungi oleh tulang tengkorak. Meski tampak sangat miskin, tetapi sesungguhnya kita kaya karena tiada seorangpun dapat mencuri isi otak kita.


Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, tapi satu mulut. Mulut bisa menjadi senjata yang tajam. Ia dapat melukai, mencumbu dan membunuh pula. Karenanya, sedikitkan bicara, banyakkan mendengar serta melihat.



Kita lahir dengan hanya satu jantung hati, terletak jauh di bawah tulang rusuk yang mana mengingatkan kita agar selalu menghargai dan memberikan cinta dari lubuk hati yang paling dalam. Belajarlah untuk mencintai dan dicintai, tapi janganlah kau berharap orang-orang akan mencintaimu seperti/sebanyak cintamu kepada mereka. Berikan cintamu tanpa mengharap balasan niscaya kau dapati cinta menjadi lebih indah.

Rabu, 28 Januari 2015

Sxtiap Orang Adalah Pxnting

0



Seorang manager memberitahu karyawannya tentang betapa pentingnya ia bagi perusahaan dengan menulis memo berikut:

      Kamu adalah orang pxnting. Mxskipun mxsin kxtikku modxl kuno, tapi ia dapat bxkxrja dxngan baik, kxcuali satu huruf saja. 

       Kau mungkin bxrfikir bahwa jika sxmua huruf dapat bxkxrja dxngan baik dan hanya satu saja yang rusak, maka tidak ada yang akan mxmpxrhatikan. Tapi txrnyata kxrusakan pada satu huruf saja dapat mxnghancurkan sxmua usaha yang txlah dirintis.
       
       Kau mungkin bxrbicara dalam hati, "Ahh...., aku hanyalah satu orang. Mustahil ada yang mxmpxrhatikan apabila aku tidak bxrsungguh-sungguh." Tapi sungguh hasilnya akan sangat bxrbxda. Sxbab, untuk mxmiliki suatu lxmbaga yang xfxktif, suatu organisasi harus didukung olxh sxmua anggotanya dxngan sxgxnap kxmampuan mxrxka.

Jadi, lain kali jika kau mxnganggap dirimu tidak pxnting, maka ingatlah mxsin kxtik kunoku ini. 

Kamu adalah orang yang pxnting...!
  

Selasa, 27 Januari 2015

Adam Air

0


LETAK KETINGGIAN DAN POSISI

Pesawat Adam Air sedang mengalami gangguan mesin serius di udara.

"May day,may day,may day...!!", terdengar pilot siarkan S.O.S lewat radio.

"Pesan anda tertangkap jelas," kata petugas menara pengawas,

"Harap beritahukan tinggi dan posisi anda segera..!!"

"Ya,baik,"seru pilot itu, "Saya satu meter tujuh lima, dan saya duduk di kursi yang paling depan!"


MENDARAT DARURAT

Pesawat milik maskapai penerbangan Adam Air, sedang terbang di atas laut Jawa. Tiba- tiba pesawat mengalami gangguan mesin yang mengharuskan pesawat untuk mendarat darurat pada saat itu juga. Mau tidak mau mereka harus mendarat di laut.

Pilot (lewat pengeras suara): “Para penumpang yang terhormat. Karena ada gangguan mesin, maka terpaksa kita mendarat darurat di laut. Untuk memudahkan evakuasi penyelamatan, kami mohon setiap penumpang yang bisa berenang, untuk pindah ke tempat duduk di sisi kanan, dan bagi yang tidak bisa berenang silahkan menempati tempat duduk sisi kiri.”

Tak lama setelah itu, pesawatpun melakukan pendaratan darurat di laut. Pilot: “Para penumpang yang terhormat. Kita telah mendarat dengan selamat di laut. Bagi  penumpang yang duduk di sisi kanan, jangan panik, kenakan pelampung, buka pintu darurat yang ada di sisi kanan pesawat, dan segera berenang sebelum pesawat ini  tenggelam. Bagi para penumpang yang duduk di sisi kiri pesawat, TERIMA KASIH ANDA TELAH TERBANG BERSAMA ADAM AIR.”

Senin, 26 Januari 2015

Surat Dari Sang Suami

0




Sepasang suami isteri setengah baya yang sama-sama dari kalangan profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota. Mereka memutuskan untuk berlibur di Padang dan menempati kembali kamar hotel yang sama saat mereka melalui masa honeymoon 30 tahun lalu. 

Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu dan isterinya baru menyusul keesokan harinya. 

Setelah check in di hotel di Padang, sang suami mendapati sebuah komputer yang tersambung ke internet telah terpasang di kamarnya. Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isterinya di kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta. 

Celakanya, ia salah mengetik alamat e-mail isterinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia tetap mengirimkan e-mail tersebut. 

Di daerah Pekanbaru, seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru meninggal. Setiba di rumah, ia langsung check e-mail untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa. 

Baru selesai membaca e-mail yang pertama, ia jatuh pingsan. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca e-mail tersebut, yang bunyinya: 

To: Isteriku tercinta 
Subject: Aku udah sampai!!! 
Date: 22 Mei 2006 

Aku tahu pasti kamu kaget tapi seneng dapat kabar dariku. Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa berkirim kabar buat orang-orang tercinta di rumah. 

Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok. 

Nggak sabar juga deh rasanya nunggu kamu. Semoga perjalanan kamu ke sini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemarin. 

Oh iya, disini lagi panas-panasnya. Kalau pada mau, anak-anak diajak aja.

Love, 
Papa